Tips Menyontek

jika anda seorang pencontek  sejati, pasti anda ingin tahu bagaimana cara mencontek yg plg aman, tetapi saya tidak bukan bermaksud menjerumuskan, tetapi saya hanya ingin mendorong anda ke jurang
heheheh......
langsung saja baca yg dibawah ini:


Sungguh pecontek yang memang “tidak cerdas”. Sepertinya mereka tak sadar, bahwa mata sang “Pengawas Ulangan Umum" adalah layaknya teropong bintang yang bersudut pandang 180”. Gerakan melambai, bergeser, menoleh, menunduk, bahkan sedikit lirikan matamu saja, dapat tertangkap oleh lensa teropong ajaib itu. Maka, pastilah banyak dari para pencontek itu yang tertangkap basah saat Ulangan Umum. Jangan lagi kau harapkan nilai baik. Caci-maki, nilai jelek bahkan jatuhya reputasi adalah taruhanmu.



Bisakah kau bayangkan jika reputasimu hancur. REPUTASI, guys…! Reputasi! Apalagi jika kau seorang ketua OSIS, atau siswa yang berprestasi ataupun siswa yang berpredikat alim. Maka, saat kau ketahuan mencontek “you’re crying over spilt milk (begitu orang Inggris bilang). Dan tahukah kau apa yang dilakukan orang di luar sana jika jatuh reputasinya? Orang India akan mandi di sungai Gangga 7 hari 7 malam, Orang Amerika akan menghabiskan waktunya di panti rehabilitasi karena depresi akut, dan orang Jepang pastilah sudah ber-harakiri. So, what will you do? Jika kau masih punya malu..

Nah, pengen tahu gimana cara mencontek yang “cerdas”? Sabar dulu ya.. Nich, beberapa perilaku si pencontek tak cerdas yang terpaksa sering terpuruk nasibnya bak si maling ayam kala tertangkap basah aksinya.

Kali ini saya akan coba mengidentifikasi mencontek berdasarkan terminologi yang saya buat sendiri dengan aturan saya sendiri tentunya. Kalau setuju silahkan mengangguk, tidak pun saya siap untuk kritik.

Mencontek yang pertama adalah mencontek versi kelas bawah yang dilakukan dengan metode gerilya. Kenapa saya sebut kelas bawah? Karena ini adalah cara mencontek yang absolute tidak cerdas, gak keren akut, bahkan super memalukan.

Pencontek jenis ini adalah pecundang tingkat tinggi dan pencoleng ulung. Ini adalah mencontek dengan ciri khas melirik jawaban teman tanpa sepengetahuan siapapun. Mencontek jenis ini juga bisa disebut dengan mencontek gerilya. Si pencontek sangat mudah diidentifikasi dari tipikal lirikan matanya.
Kedua adalah mencontek ala kelas bawah dengan metode invansi. Karena invansi, pastinya selalu dilakukan ramai-ramai. Tak jarang pula dilakukan dengan keroyokan. Saya yakin, pada saat ini pasti pengawas sedang membaaca novel 500 halaman. Jika tidak, pasti pengawas sedang asyik bergosip. Dan jika tidak lagi, pasti pengawas sedang terhempas jauh dalam mimpi indahnya.

Tak jauh beda porsinya dengan yang pertama, sama-sama memalukan dan sama-sama pengecutnya. Yang beda hanyalah modus operandinya. Mencontek semacam ini lebih mudah dikenali gelagat pelakunya seperti, posisi duduk yang selalu miring, ekspresi muka tampak tegang, jarang melakukan eye contact dengan pengawas. Tetapi cenderung menjadi pengawasnya sang pengawas. Mereka selalu membawa alat tulis yang sengaja tidak lengkap (kalian tentu tahu apa maksudnya, kan?!). Pencontek ini selalu mencari kawan saat tetangkap basah aksinya. Dan biasanya kawannyapun cukup banyak.

Mencontek jenis ketiga adalah tipikal pencontek yang tidak lagi kelas bawah, tapi berada pas di garis kemiskinan (baca: miskin ilmu) yakni mencontek solo cheating. Solo cheating inipun saya klasifikasikan menjadi traditional solo cheating dan modern solo cheating. Mencontek jenis ini sedikit lebih terhormat dari jenis I dan II. Pasalnya, dia tak melibatkan orang lain dalam modus kejahatannya. Dia rela memikul beban tanggungjawabnya sendiri. Yah.. bisa dikatakan sebagai pencontek mandiri. tapi yang namanya maling tetaplah maling.

Berbeda dengan mencontek kerjasama, pelaku solo cheating ini justru membawa perlengkapan lengkap bahkan kadang terkesan sangat berlebihan, terutamanya yang bertipe traditional. Kadang, semua perelengkapan itu diberi label nama sebagai propaganda. Pada situasi ini, siswa yang biasanya tak pakai jaket jadi cenderung pake jaket. Yang biasanya tak berdasi, kini dasinya berjuntai panjang. Bahkan kadang maksa pakai topi di dalam ruangan meskipun jelas dilarang.
Karena terlalu berlebihan, pengawaspun akan terpancing untuk memeriksa dari kotak pensil dan labelnya, pensil dan labelnya, bulpoin dan tutup lengkap beserta labelnya, tipe-x dan tutup lengkap beserta labelnya, penggaris dan labelnya, setip dan labelnya, dasi yang berjuntai tak wajar, jaket yang dikenakan tak wajar, topi yang juga tak wajar, kaos kaki yang panjangnya juga tak wajar, dan segala ketidak wajaran lainnya.

Sementara yang modern, tentu bisa kalian tebak. Ya.. mereka adalah yang senantiasa lengket dengan gadget elektronik mereka. Dengan alat alat ini, mereka mampu membangkitkan energy supernatural untuk memanggil arwah mbah google, eyang Wikipedia dan yang lainnya. Mencontek jenis ini memiliki risiko financial yang cukup tinggi. Bila ketahuan pengawas, ucapkanlah salam perpisahan pada gadget elektronikmu itu.

Nah.. sekarang sampailah pada jurus jitu yang saya umumkan sebelumnya. Jurus ini saya sebut dengan Metode Mencontek Kelas Atas. Mencontek jenis ini butuh Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi atau populer dengan istilah HOTS (High Order Thinking System). Mencontek jenis ini butuh longterm memory (memori jangka panjang) yang bagus.
Meskipun ini masih saya sebut sebagai mencontek, tapi hasil karyamu tetap dianggap otentik. Mengapa otentik? karena tidak melanggar TATA TERTIB ULANGAN UMUM, pun masih melibatkan proses berpikir. Maka, Pengawas tidak akan menegur atau menghukummu karena ini. Hasil Ulangan mu juga tak akan dihujat sebagai hasil mencontek. Kamu tak perlu melirik kerjaan teman, tak perlu buat catatan kecil, pun tak perlu bawa gadget elektronikmu. Penasaran?!!

Ini dia aturan mainnya. Tak perlu khawatir dengan efek samping, over dosis justru lebih bagus.
1.Bacalah doa sebelum melakukan aksimu.
2.Sediakan bahan-bahan berikut: buku pelajaran secukupnya dan alat tulis seadanya (Cukup mudah kan?!)
3.Karena ini butuh longterm memory, maka lakukan aksi minimal seminggu sebelum hari H Ulangan. Lebih lama durasinya lebih bagus.
4.Bagi jumlah halaman buku yang akan kamu contek sesuai dengan durasi waktu kamu mulai aksi sampai H minus 2.
5.Baca seperlunya buku itu sebagaimana pembagian waktu yang telah kamu tentukan. Sekali lagi.. baca seperlunya saja. Karena membaca terlalu banyak kadang berisiko ngantuk berat, mata perih, boros pikiran, dan nyemil berlebihan (hati2 dengan obesitas!!)
6.Dari hasil yang kamu baca itu, catat seingatnya saja apa yang dapat kamu ingat dengan menggunakan alat tulis yang seadanya tadi.
7.Lakukan kegiatan 5 dan 6 berulang-ulang sampai H minus 2.
Di H minus 1, silahkan baca seperlunya yang sempat kamu tulis dengan alat tulis seadanya itu tadi.
8.Di malam jelang hari H, makanlah dengan gizi seimbang dan tidur secukupnya.
9.Di hari H, jangan bawa buku atau catatan apapun di dalam tas sekolahmu (menghindari kecurigaan mencontek). Cukup bawa alat tulis yang wajar saja dan kartu tes tentunya.
Nah.. begitulah cara mencontek yang cerdas menurut versi saya.
DI KERJAIN DEH.......
hahahahah............
ingin dapat nilai bagus, harus dgn  usaha dong
#damai#
0 Responses